buat seseorang pathetic liar nun jauh di sana:
gue ngga pernah maksa lo buat niat, lo sendiri yang bilang ke gue, kalo lo niat abis akan semua ini. elo yang nyemangatin gue kalo kita dan mereka bakalan survive dari semua ini. elo yang bikin gue yakin abis-abisan kalo emang kita bisa survive. kita dan mereka bukan pecundang dan kita + mereka adalah pemenang.
tapi, itu semua cuma omongan basi penuh sampah yang keluar dari mulut hina lo. lo nggak beda sama ular yang waktu itu bikin hawa jatuh dalam dosa. lo tukang boong, dan lo cuma losser yang No Action Talk Only.
mulut lo boleh gede, kata-kata lo boleh memotivasi, semangat lo boleh menggebu-gebu, tapi mana usaha lo? yang bisa lo lakukan cuma bertekad, bertekad, dan bertekad. yang akhirnya, dari mulut sampah lo sendiri itu bilang kalo mereka itu destined to be a losser.
nggak. gue nggak percaya. mereka bukan losser. mereka adalah calon pemenang yang lagi ditempa. mereka bisa jadi losser sekarang, tapi nanti, suatu saat sebelom lo pergi, gue bakal tunjukkin di depan mata lo kalo mereka itu bisa jadi pemenang. dan itu bukan karena lo.
lo selalu janji dan ngajak gue janji akan berdedikasi sama mereka. elo selalu bilang, “dimana ada gue, bakalan ada lo juga, deb” dan sekarang, lo udah ada di pembuangan, gue nggak bakalan ada di sana. gue ada di tempat orang-orang hebat nantinya, bersama mereka. bukan lo. dan saat itu terjadi, saat dimana gue berada bersama mereka yang hebat, gue nggak bakal sudi ngomong dimana ada lo, ada gue. karena gue nggak mau lo ada di tempat ini. lo nggak bakalan layak ada di situ. karena lo nggak layak.
lo yang mutusin kok, lo mau keluar dari daerah mereka. itu artinya sampe kapan pun lo nggak akan berada di daerah yang sama lagi dengan mereka dan gue. kita? gue nggak akan pernah mengenal kata itu lagi.
biarpun gue udah nggak bisa bantuin mereka berusaha, gue bakal semampu gue berusaha buat kemajuan mereka. gue nggak apa-apa cuma jadi orang di balik layar, yang penting, mereka yang melangkah ke zona pemenang. dan gue nggak bakalan kayak lo, yang mau jadi bintang dan harus terlihat. sedangkan lo nggak mau bersembunyi di balik layar, padahal peran lo sentral. kenapa? karena lo merasa, lo bisa melangkah ke zona pemenang dengan usaha lo.
lo bisa melangkah ke zona itu. itu kan yang lo omongin ke gue dari jaman dulu. elo selalu bilang kalo lu berusaha sebaik mungkin supaya kita ada di sana. lo bisa melangkah ke zona itu? mungkin, maksud lo adalah lo bisa ngebacot soal lo melangkah ke zona itu. yang lo pentingin cuma: lu mau melihat diri lo ke zona itu, dan saat lo sadar kalo lu nggak bisa melangkah di zona itu, lo menyerah. cuma itu usaha lo? NATO abis lo.
lo ngga akan bisa seneng ngeliat mereka di zona itu, sedangkan lo di zona lo sekarang. kenapa? karena lu egois! lu ngelepasin tanggung jawab cuma buat kebahagiaan lo. karena, yang mau lu lakuin adalah membuat diri lu bahagia, bukan membuat mereka bahagia.
dan gue, gue emang sedih kalo gue nggak bisa melangkah ke zona itu. tapi gue seneng kok, walau cuma mereka yang ada di sana. dan gue cuma bisa mendukung dari belakang. yang gue pentingin, mereka ada di sana. gue udah seneng kok, dan gue tau gue bakal mengalami itu sebelom lu pergi, dan saat sebelum lu pergi, lu bisa melihat mereka dari zona pecundang lo itu. gue nggak akan ada di daerah yang sama kayak lo, gue nggak mau. mereka bakal ngajak gue kok ke zona itu, walau gue cuma pemeran sampingan. yang penting, gue punya andil.
dan lo, pathetic liar, cuma bisa ngeliatin kita dari jauh. coz you aren’t part of us. saat ini lo boleh berpura-pura. berpura-pura sampe gue muak. don’t pretend you’re care about them, coz you’re not. dan saat kata sorry itu terucap, gue dan mereka udah terlalu jauh untuk mendengar suara lo.